Senin, 25 Juni 2018

Cara Membangun Blog Dengan Efisien

Hasil gambar untuk 10 Cara Menulis Konten yang SEO Friendly

jasa pembuatan website murah di jakarta selatan - Dalam cara bangun situs, nyaris sama langkahnya saat Kamu bakal bangun sebuah bisnis. Apabila Kamu bangun sebuah situs dari 0, maka Kamu juga dituntun untuk membangunan situs dengan efektif. Jangan lantas apa yang Kamu jalankan tambah bakal membuat Kamu kehilangan banyak energi, waktu, bahkan juga bisa saja uang Kamu.

Dari beberapa pengalaman rekan blogger, melakukan tindakan dengan cara cerdas dan sistematis lebih sangat mungkin untuk dapat peroleh kemajuan dari pada hanya sembarangan didalam meningkatkan sebuah situs.

Namun demikian, banyak juga beberapa blogger yang mulai lakukan situs atau websitenya itu dengan sekehendak hati saja, ada gagasan bakal segera mereka lakukan saat saja. Untuk bangun sebuah situs dengan efektif itu, menurut kami ada beberapa point penting yang penting Kamu perhatikan. Berikut reviewnya.

Memetakan daftar yang penting Kamu kerjakan

Perlu Kamu tahu sebetulnya setiap saat Kamu bakal lakukan maupun bangun situs dengen search engine optimation dimulai dari nil, maka yang penting Kamu jalankan merupakan memetakan atau bikin daftar pekerjaan lebih dahulu. Itu dapat bebas, terkait dari Kamu sendiri. Dapat Kamu mulai dengan analisis keyword dengan apa yang jadi passion Kamu, bahkan juga dari kegemaran Kamu sendiri. Itu ke depannya dapat juga jadi sebuah roadmap untuk situs yang akan Kamu lakukan itu.

Lihat juga : jasa pembuatan website murah jakarta selatan

Lakukan dengan cerdas dan sistematis

Saat Kamu telah memiliki daftar pekerjaan apa yang ke depannya harus Kamu lakukan, langkah lalu merupakan Kamu harus dapat mengerjakannya dengan cerdas dan sistematis. Silahkan Kamu patuhi dan jalankan daftar kerja yang telah di buat yang tadi, jangan sampai melihat kepekerjaan yang lain sebelum saat tuntas pekerjaan Kamu itu.

Perhatikan perubahan situs melalui langkah dilakukan analisa

Kalau Kamu telah tuntas melakukan apa yang ada di dalam job daftar yang di buat, maka langkah seterusnya merupakan saatnya untuk perhatikan perubahan situs itu, itu ke depannya dapat Kamu jalankan sama sesuai ide awal Kamu dalam bangun situs. Silahkan jalankan analisis pada situs yang telah di bangun, dapat dikaji dengan peraturan optimasi mesin penelusuran yang berkwalitas kurun waktu 1 bln., 2 bln., maupun 3 bln.. Di sinilah ke depannya Kamu bakal temukan bermacam permasalahan yang ada hubungannya dengan situs yang Kamu bangun.

Tersebut yang tadi sedikit info mengenai cara bangun situs dengan efektif yang dapat kami berikan. Mudah-mudahan berguna.

PENGERTIAN RESIKO KERJA

Gambar terkait

Pengertian Kecelakaan Akibat Kerja

sepatu safety murah - Kecelakaan karena kerja merupakan suatu peristiwa yg tidak dikira, tidak diinginkan dan dapat membuat kerugian baik jiwa ataupun harta benda (Rachman, 1990).

Menurut Suma’mur (1989), kecelakaan karena kerja merupakan kecelakaan yang berhubungan dengan kerja pada perusahaan, berarti kalau kecelakaan kerja terjadi diakibatkan oleh pekerjaan atau pada kala mengerjakan pekerjaan.

Menghambat efek dalam pekerjaan

Banyak orang yang bekerja di industri mengandung resiko alami kecelakaan kerja. Demikian banyak bahaya dapat keluar dari seputar tempat kita bekerja. Salah satu cara utk menghambat kecelakaan kerja yaitu dengan memastikan prosedur pekerjaan dan melatih beberapa pekerja utk dapat mobilisasi prosedur itu. Dalam buat prosedur pekerjaan bahaya yang dapat muncul udah di identifikasi dan di siapkan

Beberapa hal yang dapat dilakukan seandainya kita ingin menghambat efek keselamatan kerja. Salah nya yaitu 3, ialah :

1. Kaji efek dari setiap pekerjaan yang dapat dilakukan. Hal semacam ini dapat dilakukan dengan buat JSA (Job Safety Analisys) atau pengamatan keselamatan kerja. Yang buat JSA pastinya merupakan orang yang ikut serta segera pada pekerjaan itu (contoh supervisor). Setelah JSA di buat, dan di setujui oleh orang yang berwenang, pastinya harus disosialisasikan pada banyak orang yeng ikut serta pada pekerjaan itu, agar mereka benar2 mengetahui dapat efek dari pekerjaan yang tadi dan tahu cara utk melenyapkan/kurangi efek pekerjaan itu.

2. Stop pekerjaan yang beresiko. Maksud stop di sini bukanlah artinya berhenti keseluruhan bekerja, walau demikian bila JSA udah dilakukan dengan baik, masihlah ada bahaya yang muncul karena perubahan kerja, dan tidak terdeteksi pada JSA, maka mestinya stop sesaat pekerjaan, diskusikan hal itu sampai didapat pemecahan agar pekerjaan dapat terus jalan dengan aman.

3. Laporkan setiap kecelakaan yang terjadi, peristiwa nyaris celaka (near miss) sekecil apa pun pada orang yang berwenang (contoh safety officer, supervisor). Dengan memberikan laporan setiap peristiwa walaupun ini kecil, maka kita dapat kurangi/menghila ngkan potensi bahaya yang muncul sebelum saat ini jadi kecelakaan yang fatal.

Cara Menghambat Kecelakaan kerja
Setelah mengamati sebab-sebab terjadinya kecelakaan ditempat kerja, maka dalam prakteknya, mencegah kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan dua kesibukan basic ialah :

Kurangi situasi kerja yg tidak aman.

Kurangi situasi kerja yg tidak aman jadi lini depan perusahaan atau laboratorium dalam menghambat kecelakaan kerja. Penanggungjawab keselamatan kerja harus membuat pekerjaan demikian rupa utk melenyapkan atau kurangi bahaya fisik. Pakai risk assesment atau checklist pengawasan alat utk mengidentifikasi dan menghilankan bahaya-bahaya yang mungkin.

Kurangi perbuatan karyawan yg tidak aman.

Tindakan-tindakan karyawan yg tidak aman (ataulah tidak sesuai prosedur kerja) dapat dikurangi dengan beraneka kesibukan/cara, ialah :

1) seleksi dan penempatan

2) propaganda, kampanye, atau berkenaan keselamatan kerja

3) kursus berkenaan prosedur kerja dan keselamatan kerja sera dorongan positif (positive reinforcement)

4) komitme dari manajer tingkat atas (top management).

MANAJEMEN RISIKO

Aplikasi Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) ditempat kerja adalah usaha utama dalam wujudkan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan sehat dan membuat perlindungan dan tingkatkan pemberdayaan pekerja yang sehat, selamat dan berkinerja tinggi. Semata-mata tahu dan mengerti arah yang dapat digapai, tanpa ada mengerjakan perbuatan riil dalam segi higiene perusahaan, ergonomi, kesehatan dan keselamatan kerja, bukanlah adalah cara yang tepat utk menangani peluang terjadinya karena negatif ditempat kerja.
Terkait dengan uraian di atas, trick aplikasi manajemen kemungkinan kenyataannya sangat diperlukan dalam raih dan menjaga kelebihan suatu organisasi. Beraneka pendekatan sering dilakukan dalam hadapi kemungkinan dalam organisasi atau perusahaan misalnya :
a. Meniadakan kemungkinan sekalipun, karena di anggap adalah hal yang di luar kendali manajemen. Pendapat itu, adalah cara pendekatan yg tidak tepat, karena tidak semua kemungkinan berada di luar jangkauan kendali organisasi/perusahaan.
b. Hindari semua aktivitas atau sistem produksi yang memiliki kemungkinan. Hal semacam ini adalah suatu hal yang tidak bisa dikerjakan, karena semua kesibukan di tempat kerja sampai tingkat tertentu tetap mempunyai kandungan kemungkinan.
c. Mengaplikasikan Manajemen Kemungkinan, dalam artian umum, kemungkinan tinggi yang dihadapi sebenarnnya adalah suatu tantangan yang perlu diatasi dan melalui suatu pemikiran positif dikehendaki dapat memberi nilai makin atau imbalan hasil yang tinggi juga.
Segi ekonomi, sosial dan legal adalah berbagai hal yang terkait dengan aplikasi manajemen kemungkinan. Efek finansial karena momen kecelakaan kerja, problem kesehatan atau sakit karena kerja, rusaknya atau kerugian aset, biaya premi asuransi, moral kerja dan lain-lain, sangat pengaruhi produktivitas. Demikian pula segi sosial dan keharmonisan aplikasi ketetapan perundang undangan yang tercermin pada sisi kemanusiaan, kesejahteraan dan keyakinan warga memerlukan penyelenggaraan manajemen kemungkinan yang dikerjakan melalui partisipasi pihak berkenaan.
Pada prinsipnya manajemen kemungkinan adalah usaha kurangi efek negatif kemungkinan yang memicu kerugian pada asset organisasi baik berbentuk manusia, material, mesin, metoda, hasil produksi ataupun finansial. Dengan cara sistematik dilakukan pengendalian potensi bahaya dan kemungkinan dalam sistem produksi melalui kesibukan :
a. Identifikasi potensi bahaya
b. Penilaian kemungkinan jadi karena manifestasi potensi bahaya
c. Pemilihan cara pengendalian utk menghambat atau kurangi kerugian
d. Aplikasi tehnologi pengendalian
e. Pemantauan dan pengkajian selanjutnya

Potensi Bahaya dan Risiko

Potensi bahaya atau hazard adalah semuanya atau suatu hal yang miliki peluang memicu kerugian pada manusia, harta benda ataupun lingkungan.
Di tempat kerja, potensi bahaya jadi sumber kemungkinan terutama terdapat keselamatan dan kesehatan di perusahaan dapat tetap didapati, diantaranya berbentuk :
– Aspek fisik : kebisingan, cahaya, radiasi, vibrasi, suhu, debu
– Aspek kimia : solven, gas, uap, asap, logam berat
– Aspek biologik : tumbuhan, hewan, bakteri, virus
– Segi ergonomi : rancangan, sikap dan cara kerja
– Stresor : desakan produksi, beban kerja, monotoni, kejemuan
– Listrik dan sumber energi lainnya
– Mesin, perabotan kerja, pesawat
– Kebakaran, peledakan, kebocoran
– Tata rumah tangga (house keeping)
– Sistim Manajemen peusahaan
– Pelaksana/manusia : tabiat, situasi fisik, interaksi

Kemungkinan merupakan manifestasi atau perwujudan potensi bahaya (hazard even) yang memicu peluang kerugian jadi tambah besar, terkait dari cara pengelolaannya, tingkat kemungkinan mungkin berlainan dari yang paling enteng atau rendah sampai ke bagian yang paling berat atau tinggi. Melalui analisa dan pelajari semua potensi bahaya dan kemungkinan, diusahakan perbuatan minimalisasi atau pengendalian agar tidak terjadi bencana atau kerugian yang lain.

Detail langkah umum yang biasanya dikerjakan dalam penilaian kemungkinan mencakup :
1. Memastikan personil penilai
Penilai kemungkinan dapat datang dari intern perusahaan atau dibantu oleh petugas beda di luar perusahaan yang memiliki kompetensi baik dalam pengetahuan, kewenangan ataupun kekuatan yang lain yang terkait. Terkait dari keperluan, pada tempat kerja yang luas, personil penilai dapat adalah suatu tim yang terbagi dalam sebagian orang.

2. Memastikan object/bagian yang dapat dinilai
Object atau bagian yang dapat dinilai dapat dibedakan menurut bagian/departemen, type pekerjaan, sistem produksi dan lain-lain. Pemilihan object itu sangat menolong dalam sistematika kerja penilai.

3. Kunjungan/Pengawasan tempat kerja
Aktivitas itu dapat di awali melalui suatu “walk through survey/Inspection” yang berbentuk umum sampai pada pengawasan yang lebih detil. Dalam aktivitas itu prinsip pokoknya merupakan menyaksikan, mendengar dan mencatat semua situasi ditempat kerja baik berkenaan bagian aktivitas, sistem, bahan, jumlahnya pekerja, situasi lingkungan, cara kerja, tehnologi pengendalian, alat pelindung diri dan hal-hal lain yang berkenaan.

4. Identifikasi potensi bahaya
Beraneka cara dapat dilakukan manfaat mengidentifikasi potensi bahaya ditempat kerja, misalnya melalui :
– pengawasan/survey tempat kerja rutin
– info berkenaan data keelakaan kerja dan penyakit, absensi
– laporan dari (panitia pengawas Kesehatan dan Keselamatan Kerja) P2K3, supervisor atau yang diterima pekerja
– lembar data keselamatan bahan (material safety data sheet)
– dan beda sebagainya
Setelah itu diperlukan analisa dan penilaian pada potensi bahaya itu utk memperkirakan langkah atau perbuatan setelah itu paling utama pada peluang potensi bahaya itu jadi suatu kemungkinan.

5. Mencari info/data potensi bahaya
Usaha itu dapat dilakukan misalnya melalui kepustakaan, pelajari MSDS, saran tekhnis, standard, pengalaman atau info beda yang sama.

6. Analisa Risiko
Dalam aktivitas itu, semua type efek, karena yang dapat terjadi, tingkat keparahan, frekwensi peristiwa, cara pencegahannya, atau gagasan perbuatan utk menangani kemungkinan itu dibicarakan dengan cara detil dan dicatat selengkap mungkin. Ketidaksempurnaan bisa pula terjadi, tapi melalui usaha sitematik, perbaikan terus-menerus dapat di peroleh.

7. Pelajari risiko
Memperkirakan tingkat kemungkinan melalui pelajari yang akurat adalah langkah yang sangat memastikan dalam rangkaian penilaian kemungkinan. Kwalifikasi dan kuantifikasi kemungkinan, di kembangkan dalam sistem itu. Konsultasi dan saran dari beberapa pakar kerapkali diperlukan pada bagian analisa dan pelajari kemungkinan.

8. Memastikan langkah pengendalian
Kalau dari hasil pelajari memperlihatkan terdapatnya kemungkinan membahayakan untuk keberlangsungan kerja ataupun kesehatan dan keselamatan pekerja perlu tergantung langkah pengendalian yang di ambil dari beraneka cara seperti :
a. Memilih tehnologi pengendalian seperti eliminasi, substitusi, isolasi, engineering control, pengendalian administratif, pelindung perabotan/mesin atau pelindung diri.
b. Membuat program kursus manfaat meningkatka pengetahuan dan pandangan terkait dengan risiko
c. Memastikan usaha monitoring pada lingkungan/tempat kerja.
d. Memastikan perlu atau tidaknya survailans kesehatan kerja melalui pengujian kesehatan berkala, pemantauan biomedik, audiometri dan sebagainya.
e. Mengadakan prosedur tanggap darurat/emergensi dan pertolongan pertama sesuai sama keperluan.

9. Membuat pencatatan/pelaporan
Seluruhnya aktivitas yang dilakukan dalam penilaian kemungkinan harus dicatat dan disusun jadi bahan pelaporan dengan cara terdaftar. Format yang diperlukan dapatdisusun sesuai sama situasi yang ada.

10. Mengulas lagi penelitianPengkajian lagi perlu terus-menerus dilakukan dalam periode tertentu atau kalau terdapat pergantian dalam sistem produksi, perkembangan tehnologi, pengembangan info terkini dan lain-lain, manfaat perbaikan berkepanjangan penilaian kemungkinan itu.

Minggu, 10 Juni 2018

PROSEDUR KESELAMATAN KERJA DALAM MERAKIT PC

Hasil gambar untuk PROSEDUR KESELAMATAN KERJA DALAM MERAKIT PC

sepatu safety murah - Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu seperti berikut :

  • Pastikan tangan dalam keadaan kering. 
  • Pakai perlengkapan seperti peranannya. 
  • Jauhi memegang segera chip IC pada komponen, seperti procesor dan motherboard untuk hindari listrik statis pada badan kita. 
  • Pakai alas kaki dari karet/melakukan perakitan diatas karpet untuk hindari surprise listrik. 
  • Jauhi memakai perhiasan dari logam seperti cin-cin, gelang dan arloji. 
  • Baiknya kerjakan perakitan PC di ruangan tertutup dan bebas debu. Baiknya memang di ruangan ber-AC (Air Condition). 
  • Sediakan meja kerja yang cukup lebar untuk menyimpan semua perlengkapan dan peralatan, dan simpan sebuah kursi yang nyaman. 
  • Janganlah merokok, karena abu rokok dapat mengotori dan mengakibatkan kerusakan komponen PC, terlebih procesor. Letakkan air minum di meja kerja. 
  • Pakai juga lampu penerang yang cukup kuat. 

Senin, 04 Juni 2018

Sebab-Sebab Terjadinya Kecelakaan Kerja

Hasil gambar untuk Sebab-Sebab Terjadinya Kecelakaan Kerja

sepatu safety murah - Pengertian tentang kecelakaan didefinisikan sebagai suatu kejadian yang tak terduga, semuala yang tidak dikehendaki, yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas, dan dapat menimbulkan kerugian baik manusia, ataupun harta benda. Sedangkan kecelakaan kerja adalah kejadian yang tak terduga, tidak diharapkan, dan tidak terencana, yang mengakibatkan luka, sakit, dan kerugian baik pada manusia, barang maupun lingkungan.

Untuk menghindari  terjadinya kecelakaan kerja, maka kita perlu mempelajari sebab-sebab kecelakaan kerja, sehingga bisa memperkecil angka kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat bersumber dari faktor manusia, dan faktor lingkungan.

kecelakaan kerja yang disebabkan  oleh kesalahan manusia  adalah sebagai berikut :

Ketidak tauhan
Dalam menjalankan mesin-mesin, dan peralatan diperlukan pengetahuan yang cukup oleh teknisi. Apabila teknisi tidak cukup pengetahuannya, maka dapat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Pengetahuan dari operator dalam menjalankan peralatan kerja, memahami karakter dari masing-masing mesin, dan lain sebagainya. Hal tersebut, menjadi sangat penting , apabila hal tersebut hanya asal-asalan, maka akan membahayakan peralatan dan manusia itu sendir.

Kemampuan yang kurang
Tingkat pendidikan teknisi sangat dibutuhkan untuk proses produksi dan proses maintenance (perawatan). Orang yang memiliki kemampuan tinggi, biasanya akan bekerja dengan lebih baik, serta memperhatikan faktor keselamatan kerja pada pekerjaanya. Oleh sebab itu, untuk selalu mengasah kemampuan, agar memperkecil dan terhindar dari kecelakaan kerja.

Keterampilan yang kurang
Setelah kemampuan pengetahuan teknisi baik, maka diperlukan latihan secara terus menerus agar keterampilan semakin baik. Hal ini untuk meningkatkan ketrampilan, supaya meminimalkan kesalahan dalam bekerja, dan mengurangi angka kecelakan kerja.

Konsentrasi yang kurang
Dalam melaksanakan pekerjaan, pekerja dituntut  untuk konsentrasi tinggi. Mesin-mesin yang beroperasi, berputar, dan bergerak, tidak memiliki toleransi apabila karyawan salah dalam mengoprasikannya. Banyak hal yang meyebabkan hilangnya konsentrasi manusia, seperti masalah pribadi atau keluarga, masalah ekonomi, maupun faktor-faktor yang datangnya dari lingkungan, seperti kondisi panas, dingin, bising dan sebagainya.

Bermain-main
Karakter seseorang yang suka bermain-main dalam bekerja, bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Demikian juga dalam bekerja yang tergesa-gesa dan sembrono juga bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itu, dalam setiap melakukan pekerjaan, sebaiknya dilakukan dengan cermat, teliti, dan hati-hati, agar terhindar dari kecelakaan kerja.

Bekerja tanpa peralatan keselamatan
Pekerja tertentu, mengharuskan pekerja menggunakan perlatan keselamatan kerja. Peralatan keselamatan kerja, dirancang untuk melindungi para pekerja dari bahaya yang diakibatkan dari pekerjaan yang dikerjakannya. Dengan berkembangnya teknologi saat ini,telah dibuat alat keselamatan yang nyaman dan aman ketika digunakan. Peralatan keselamatan tersebut diantaranya helm pengaman, kacamata las,kacamata, baju (wearpack), sarung tangan, sepatu, masker, penutup telinga, tali pengaman untuk pekerja di ketinggian, dan lain sebagainya. Bila pekerja tidak memakai perlatan keselamatan, maka itu berbahaya, dan berpontensi terjadinya kecelakaan kerja.

Mengambil resiko yang tidak tepat
Karena tidak mau repot dalam bekerja, pekerja terkadang melakukan tindakan yang mencerminkan tindakan tidak selamat. Sebagai contoh pekerja las malas mengambil topeng las atau kacamata las dirak keselamatan kerja, pekerja langsung mengelas tanpa pelindung mata, tanpa diguga ada percikan api yang mengenai mata pekerja. Setelah dilakukan pengobatan, ternyata biaya pengobatan tak sebanding dengan beberapa detik untuk mengambil peralatan keselamatan kerja.

Faktor lingkungan
Faktor lingkungan juga ikut andil dalam menyumbang terjadinya kecelakan kerja. Faktor tersebut adalah sebagai berikut :

Tempat kerja yang tidak layak
Tempat kerja harus memenuhi sarat-sarat keselamatan kerja. Seperti ukuran tempat kerja, ventilasi udara, penerangan, dan lain sebagainya. Jika tempat kerja tidak memenuhi persaratan keselamatan kerja yang ditentukan, maka kecelakan kerja sangat mungkin terjadi.

Kondisi peralatan yang berbahaya
Mesin-mesin dan peralatan kerja, pada dasarnya mengandung bahaya dan menjadi sumber kecelakan kerja. Misalnya mesin-mesin yang bergerak atau berputar, bergesekan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, mesin-mesin yang berpontensi bahaya, harus diberi pelindung agar tidak membahayakan pekerja.

Bahan-bahan dan peralatan yang bergerak
Pemindahan barang-barang yang berat atau yang berbahaya, dari satu tempat ketempat yang lain, sangat memungkinkan terjadinya kecelakan kerja. Untuk menghindari kecelakan kerja tersebut, perlu dilakukan pemikiran dan perhitungan yang sangat matang, baik metode memindahkannya, alat yang digunakan, jalur yang akan dilalui, siapa yang akan memindahkan, dan lain sebaginya. Untuk bahan dan peralatan yang berat, diperlukan alat bantu untuk memindahkannya, alat tersebut adalah forklift.

Transportrasi
Kecelakaan kerja yang diakibatkan dari penggunaan alat transportasi juga cukup banyak. Dari penggunaan alat yang tidak tepat, beban yang berlebihan (overload), jalan yang tidak baik, kecepatan kendaraan yang berlebihan, penempatan beban yang tidak baik, semua bisa berpotensi untuk terjadinya kecelakaan kerja.
Diberdayakan oleh Blogger.