Selasa, 14 November 2017

Mengenal Apa Itu PR (Public Relations)

Gambar terkait

konsultan pr jakarta - Tehnik Produksi Media Public Relations dan Publisitas Korporat” yang ditulis oleh Kriyantono (2008). Maksud review ini adalah untuk ketahui dengan lebih dalam tentang pengertian, maksud, peranan, ruang lingkup pekerjaan, dan media seseorang public relations dan cara jadi seseorang public relations professional.

I. DEFINISI PUBLIC RELATIONS
Dalam kajian ini, Kriyantono terlebih dulu melukiskan bagaimana pandangan orang-orang pada profesi public relations dan pekerjaan yang didapatkan pada seseorang public relations dalam perusahaan. Saya tangkap kalau orang-orang masih tetap belum juga tahu sepenuhnya mengenai cakupan dari pekerjaan seseorang public relations itu sendiri, sehinga pekerjaan yang didapatkan jadikan profesi public relations terlihat terlalu disederhanakan dan berkesan direndahkan.

Kriyantono juga mengulas tentang pemakaian arti Hubungan Orang-orang (Humas) yang sering dipakai oleh orang Indonesia dengan inti dari kata public relations tersebut. Menurut Kriyantono (2008) pemakaian kata Humas tidak tepat, karena makna kata ‘pulic’ dalam public relations tidak sama juga dengan ‘masyarakat’ dalam Humas. Pendapat Kriyantono itu juga di dukung oleh Rumanti (2005) yang menyebutkan kata Humas tidak tepat dipakai karena kata Humas tidak memiliki basic falsafah yang pasti, sedang public relations memiliki basic itu, yakni untuk mengangkat harkat martabat manusia.

Pengertian komunikasi yang dibicarakan dalam buku ini di ambil dari pendapat 6 pakar dan organisasi yang terdaftar pada halaman 4-5. Menurut pengertian beberapa pakar itu, dapat ditarik pada dasarnya kalau public relations adalah aktivitas manajemen komunikasi persuasif dan terencana, yang mempunyai tujuan untuk membuat hubungan dan kemauan yang baik pada organisasi dengan publiknya.

II. TUJUAN PUBLIC RELATIONS
Karena public relations adalah manajemen aktivitas komunikasi, hal itu mengakibatkan maksud dari seseorang public relations adalah menbuat program-program yang berhubungan dengan komunikasi pada perusahaan dengan publiknya. Kriyantono dalam bukunya melukiskan dengan terang pekerjaan dari seseorang public relations dari perusahaan yakni membuat pemahaman umum, membuat citra korporat, membuat opini public yang favourable, dan membuat goodwill dan hubungan kerja. Kriyantono melukiskan dengan sangat terang apa sajakah pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang public relations, bagaimana melakukan usaha itu dan dengan keterangan yang mudah dipahami dan beberapa contoh yang mensupport pendapat itu.

III. FUNGSI PUBLIC RELATIONS
Yang disebutkan jadi peranan menurut Kriyantono adalah keinginan umum pada apa yang semestinya dilakukan oleh seseorang public relations. Kriyantono (2008) mengatakan kalau pada dasarnya peranan public relations adalah :
a. Pelihara komunikasi yang serasi pada perusahaan dengan publiknya (maintain good communication)
b. Melayani kebutuhan umum dengan baik (serve public’s interest)
c. Pelihara tingkah laku dan moralitas perusahaan dengan baik (maintain good morals & manners)

IV. RUANG LINGKUP PEKERJAAN PUBLIC RELATIONS
Tentang ruang lingkup pekerjaan seseorang public relations, dengan kajian yang mudah dipahami, Kriyantono (2008) memberi singkatan yang dimaksud PENCILS. PENCILS sendiri adalah singkatan dari Publication & Publicity, Moments (mengorganisasi aktivitas), News (mengasilkan tulisan dengan maksud menebarkan info), Community Involvement (buat program untuk melibatkan komune atau orang-orang sekitar), Identity-Media (membina hubungan dengan pers), Lobbying (negosiasi), Social Investment (buat program berguna untuk kebutuhan dan kesejahteraan social).
Dapat diliat kalau cakupan pekerjaan seseorang public relations bukanlah sekedar hanya menulis press release, tetapi meliputi beberapa hal dengan ruang lingkup yang lebih luas. Menurut saya penjabaran ruang lingkup pekerjaan yang dilakukan Kriyantono dalam bukunya dapat buka pikiran orang-orang tentang pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang public relations, dan dapat kurangi kekeliruan persepsi yang dilakukan oleh perusahaan pada pemberian pekerjaan pada seseorang public relations.

V. MEDIA PUBLIK RELATIONS (PUBLIC RELATIONS TOOLS)
Kriyantono menyebutkan yang dimaksud dengan media public relations adalah alat yang dipakai seseorang public relations untuk mendukung pekerjaannya. Alat aktivitas itu digolongkan jadi dua grup, yakni publisitas dan media relations dan special moments. Pada dasarnya publisitas dan media relations berhubungan dengan menulis berita dan beragam hal yang dilakukan untuk melindungi hubungan baik dengan pers, sedang special moments berhubungan dengan aktivitas yang di buat untuk melindungi citra baik perusahaan dan memberi kesempatan pada orang-orang untuk ikut serta dengan segera dalam aktivitas itu.

VI. PUBLIC RELATIONS PROFESIONAL
Dalam kajian paling akhir dalam bab 1 ini Kriyantono menerangkan dengan detil tentang beberapa kekuatan yang harus di punyai oleh seseorang public relations. Kekuatan itu meliputi daya tarik (karena menurut teori antar personal ketika seseorang komunikator memiliki daya tarik fisik, maka audiens juga akan memiliki ketertarikan lebih juga akan pesan yang di sampaikan), pengetahuan tentang komunikasi organisasi, kekuatan manajemen gosip dan krisis dan pikiran yang luas untuk mendukung kredibilitas.
Menurut pendapat saya terkecuali daya tarik fisik, seseorang public relations dapat memikat perhatian audiens lewat cara kenakan pakaian yang baik dan kekuatan dan ke-khasan style bicara pada audiens.

Menurut saya bab 1 dalam buku Kriyantono ini sangat buka pikiran basic tentang public relations. Dengan bhs yang enteng dan mudah dipahami didukung pemberian contoh yang pasti, buat pembaca dapat mengerti beberapa rencana yang didapatkan dengan segera. Saya sangat mereferensikan buku ini untuk semua kelompok mahasiswa sampai beberapa praktisi yang ingin lebih mengerti dengan lebih mendalam tentang pekerjaan dan peranan seseorang public relations tersebut.

Lihat juga : konsultan public relations

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.